Masyarakat Indonesia dikagetkan dengan kenaikan harga-harga bahan pokok akibat harga BBM baik. Sementara itu, tanpa disadari realitas ekonomi akan berpengaruh pada realitas politik. Namun, adakah efek politik bagi Jokowi dan koalisinya setelah BBM naik ?
Apa Efek Politik bagi Jokowi dan Koalisinya setelah Harga BBM Naik
Direktur Eksekutif Indo Strategic, Akhmad Khoirul Umum menyoroti akan adanya dampak langsung setelah terjadinya kenaikan harga BBM, yaitu inflasi dan kenaikan harga bahan pangan. Apakah kondisi ini juga berdampak pada kondisi politik ?
-
Dampak Harga BBM Naik
Disadari atau tidak, karena harga BBM naik turut berdampak pada kondisi politik saat ini. Dunia usaha akan merasa kecewa terhadap pemerintah karena kenaikan harga BBM yang meningkatkan biaya produksi usaha.
Jika para buruh turut kompak memprotes karena kenaikan harga BBM, maka yang terjadi adalah terganggunya stabilitas. Bahkan parpol pendukung pemerintah bisa kena dampaknya hingga berpengaruh terhadap menurunnya elektabilitas partai-partai pendukung pemerintah.
Kondisi ekonomi yang lesu karena harga BBM naik akan menjadi bahan gorengan parpol non pemerintah untuk menggaet kepercayaan publik. Kenaikan harga BBM dinilai tidak akan berdampak besar atau berpengaruh berat bagi sektor politik.
-
Pengaruh BBM Naik bagi Sektor Politik
Benarkah setelah harga BBM naik tidak memberi pengaruh berat bagi sektor politik ? Hal ini diprediksi melalui kondisi politik yang ada saat ini. Efek politik bagi Jokowi dan koaliasinya setelah BBM naik apakah juga tidak menjadi masalah besar ?
Pemerinatahan Jokowi yang didukung oleh masyoritas fraksi partai politik di DPR memiliki pengalaman yang baik dalam mengeksekusi kebijakan tidak populer. Buktinya saat pengesahan Revisi Undang-Undang KPK yang tetap gol walaupun banyak penolakan publik.
Disamping itu ada juga UU Cipta Kerja yang disahkan meski banyak demonstrasi yang tidak setuju akan omnibus law. Publik dinilai mampu menerima alasan kenaikan BBM, karena uang rakyat yang dikelola pemerintah sudah terlalu banyak tercurah untuk subsidi BBM.
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi serta kompensasi BBM dan listrik yang mencapai Rp 502 triliun yang diperkirakan naik menjadi Rp 698 triliun. Inilah yang membuat penyesuaian harga BBM tidak dapat dihindarkan.
-
Jokowi Kehilangan Simpati Publik
Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menaikkan harga BBM. Namun apabila kenaikan harga BBM ini berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat Indonesia, resikonya ada pada partai politik Jokowi yang kehilangan simpati publik pada Pemilu 2024 mendatang.
Menurut Akhmad Khoirul Umam, seorang Direktur Eksekutif Indo Strategic mnebutkan dampak langsung dari kenaikan harga BBM yaitu akan terjadi inflasi dan kenaikan harga bahan pangan. Tentunya realitas ekonomi akan memberi pengaruh pada realitas politik.
Nah, jika hal tersebut terjadi, maka tingkat kepuasan publik pada pmerintahan Jokowi brpotensi terjun bebas. Jika dunia usaha sudah kecewa pada pemerintah akibat naiknya harga BBM, maka akan terjadi demonstrasi sehingga stabilitas menjadi terganggu.
Akibatnya parpol-parpol pendukung Jokowi bisa terkena getahnya. Bahkan pada level tertentu juga dapat berpenaruh terhadap menurunnya elektabilitas partai-partai pendukung pemerintah.
Namun ada tanggapan yang berbeda dari pakar politik CSIS, yang menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM dinilai tidak akan berdampak terlalu berat bagi sektor politik. Menurut dugaannya, konsekuensi politik tidak akan terlalu berbahaya.
Demikianlah ulasan singkat terkait efek politik bagi Jokowi dan koalisinya setelah harga BBM naik. Semoga informasi ini bermanfaat ya!


