Kasus Vina Cirebon kembali menarik atensi publik pasca 8 tahun senyap. Hal tersebut bermula ketika kasusnya diangkat menjadi sebuah film bertajuk Vina: Sebelum 7 hari. Film yang tayang di bioskop sejak 8 Mei 2024 itu seolah membuka tabir kejahatan yang bertahun-tahun dibiarkan.
Mirisnya, meski sudah berjalan sejak 2016 silam, 3 terduga pelaku pembunuhan Vina belum juga tertangkap. Padahal 8 dari 11 pelaku sudah mendekam di penjara guna menjalani vonis hukuman masing-masing.
Hal ini tentu menjadi tanya tanya di kalangan masyarakat. Terlebih, kinerja polisi yang terlihat penuh kejanggalan membuat banyak pihak geram. Sampai-sampai pengacara kondang Hotman Paris memutuskan turun tangan.
Hotman Paris Bantu Usut Kasus Vina Cirebon
Tepat pada 15 Mei 2024, Hotman Paris mendadak mengunggah video berdurasi pendek. Dalam video tersebut, pengacara asal Batak itu menyampaikan keprihatinannya terhadap perkara pembunuhan Vina Cirebon yang tak juga tuntas.
Tak tanggung-tanggung, Hotman Paris turut meminta kepada Kapolda Jawa Barat untuk segera melakukan tindakan. Salah satunya memulai penyelidikan ulang atas tindakan kriminal ini. Bahkan, Hotman Paris mengklaim jika timnya yakni Hotman 911 siap memberikan bantuan hukum.
“Katanya dari ketiga pelaku yang hilang itu salah satu adalah otak dari pelaku pembunuhan. Bapak Kapolda Jawa Barat, jutaan rakyat Indonesia memohon dan meminta dari tim Hotman 911 agar membantu terbukanya kasus Vina.”
“Mohon kepada bapak Kapolda Jabar memulai penyidikan lagi, karena keluarga terduga yang DPO pasti tahu detail dari ketiganya. Tim Hotman 911 akan terus membantu para pengais keadilan.” Ujar pria yang akrab disapa Bang Hotman itu.
Video Hotman Paris sontak viral dan tuai dukungan dari warganet. Mereka meminta agar sang pengacara tidak gentar melawan oknum-oknum yang sengaja menutupi perkara penyidikan untuk kepentingan tertentu.
Sebut Salah Satu DPO Anak Mantan Bupati
Tak lama setelah mengungkapkan dukungan bahkan bertemu dengan keluarga Vina Cirebon, Hotman Paris kembali menarik perhatian. Bagaimana tidak, ia dengan berani menyebut jika terdapat dugaan bahwa salah satu DPO adalah anak mantan seorang Bupati.
Tanpa menyebut pejabat bupati daerah mana, warganet pun ramai-ramai menduga jika yang Hotman maksud adalah eks bupati Cirebon. Sontak saja nama Sunjaya Purwadi Sastra yang kini terjerat kasus korupsi jadi perbincangan hangat.
Merasa tersinggung karena namanya ikut terseret dalam kasus Vina, sang istri yakni Wahyu Tjiptaningsih geram. Wanita yang menjabat sebagai wakil bupati Cirebon sekarang tersebut bahkan membuat klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.
“Saya dan keluarga tidak ada sangkut paut sama sekali dengan kasus tersebut. Mungkin netizen menyangkut pautkan anak saya yang bernama Ramadani @ramadanisastra karena kemiripan nama. Untuk itu saya tegaskan sekali lagi kalau Dani yang tertera dalam DPO bukan anak saya.” Tulisnya.
Tim Hotman Sebut DPO 4 Bukan 3
Belum selesai perkara anak eks bupati, tim Hotman kembali menemukan fakta baru jika DPO sebenarnya bukan 3 melainkan 4. Kabar ini semakin membuat publik geleng-geleng kepala. Terlebih rumornya, satu nama DPO memang sengaja dihilangkan.
“Sebenarnya bukan hanya 3 (DPO) ya, namun ada 4 di dalam BAP kasus Vina itu.” Jelas Putri kuasa hukum keluarga Vina yang kini menjadi satu kubu dengan Hotman 911.
“Sebenarnya pihak pengacara (terpidana) tidak mengetahui identitas 1 DPO ini dan bahkan 4 orang tersebut juga tidak terdeteksi.”
Keluarga Masih Optimis Memperoleh Keadilan
Dengan keterangan-keterangan baru yang masih menjadi misteri, pihak keluarga optimis kasus Vina terungkap secara jelas. Meski mereka tahu, dari kejanggalan yang ada, lawannya memang bukan orang sembarang. Namun, kakak Vina yakni Marliyana yakin sang adik akan segera mendapatkan keadilan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih berusaha mendalami segala langkah yang akan dilakukan. Masyarakat pun berharap kasus Vina akan berakhir dengan kejelasan bukan lenyap begitu saja seperti 8 tahun lalu. Melalui tagar #usutkasusvina seluruh lapisan masyarakat seolah menunjukkan kepeduliannya terhadap penyelesaian perkara besar ini.






