News  

Banjir Bandang Sumatera Barat, Jalan Utama Putus Total

banjir bandang

Akibat diterjang banjir bandang, akses jalan utama Padang-Bukittinggi kawasan Silaing Padang Panjang putus total. Tingginya curah hujan mengikis badan jalan dan membuat air sungai meluap. Para pengendara harus berputar balik melewati jalur alternatif.

Banjir Bandang Sumatera Barat, Jalan Padang-Bukittinggi Putus

Banjir bandang di sejumlah kabupaten di Sumbar telah menewaskan hingga puluhan orang. Hal ini dipicu karena luapan daerah aliran sungai, hulunya dari Gunung Marapi. Untuk wilayah terdampak antara lain Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Padang Panjang.

Banjir di kabupaten Agam terjadi setelah hujan yang deras menerjang kecamatan Sungai Pua, Canduang dan kecamatan IV Koto. Sedangkan di kabupaten Tanah Datar banjir dipicu luapan suang Malanya, hulu di Gunung Marapi.

Banjir bandang menyisakan endapan lumpur cukup tinggi. Maka dari itu, tim gabungan juga melakukan upaya pembersihan ruas jalan terdampar endapan lumpur, yakni Batusangkar-Padang Panjang. Di kota Padang sendiri, banjir merendam kelurahan Sigando, Silaing Bawah, ekor Lubuk dan Pasar Usang.

Jalur Alternatif

Dikarenakan cuaca masih ekstrim, maka pengguna jalan harus selalu waspada terhadap banjir dan bencana longsor. Dari 3 jalur alternatif, yakni Solok, Malalak dan Kelok 44 Maninjau, sangat rawan longsor. Bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Namun untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda sumbar mengerahkan patroli berjalan di kawasan tersebut.

“Kita lakukan patroli mobile ya di kawasan rawan longsor dan kecelakaan. Itu langkah antisipasi selain meminta pengendara waspada,“ jelas Kombes Pol Dwi Nur Setiawan, Dirlantas Polda Sumbar.

Jalur alternatif diprediksi akan semakin padat arus kendaraan akibat jalur utama yang terputus. Jika ingin menempuh jarak tercepat, maka dapat melewati Malalak. Waktu tempuh normalnya adalah sekitar 4 jam hingga 5 jam.

Sedangkan jika melewati jalur Solok dan Kelok 44 sedikit lebih lama karena harus memutar. Via Solok harus memutar ke Solok, Singkarak, Agam dan terakhir melewati Bukittinggi. Lalu jalan memutar Kelok 44 melewati Padang Pariaman kemudian Lubuk Basung Agam. Selanjutnya arah Maninjau Agam, barulah Kelok 44 dan Bukittinggi.

Banjir Lahar Dingin

Korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan lahar di Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Selasa (14/5/24) korban tewas sedikitnya berjumlah 52 dan 17 lainnya dinyatakan hilang. Kemungkinan angka ini akan terus bertambah. Pasalnya banyak yang melaporkan terkait anggota keluarga yang hilang.

Banjir lahar dingin juga menghancurkan rumah, gedung dan berbagai fasilitas umum.
Menurut Letjen Suharyanto, Kepala BPNP, bencana alam ini memaksa 3.000 orang lebih meninggalkan rumah mereka. Upaya tersebut untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Ratusan warga terdampak banjir lahar telah dievakuasi ke posko pengungsian. Tim penolong terus mencari korban banjir yang dilaporkan hilang.

Kepala BNPB juga mengungkapkan jika perbaikan jalan yang rusak dalam upaya penanganan darurat menjadi salah satu prioritas. Dengan demikian, akses jalan yang putus total akibat banjir bandang dapat diatasi dan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *